Sistem peNamaan Domain (???)

May 17, 2010 - 1:59 pm No Comments


  1. I. PENDAHULUAN

Sebelum DNS dipergunakan, jaringan komputer telah menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap loaksi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dapat dibayangkan akan sangat repotnya apabila ada penambahan 1 komputer di jaringan, kemudian kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini telah ditinggalkan karena dianggap merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: dragonica.com  maka akan di petakan ke sebuah IP mis 220.90.213.164. Jadi DNS dapat dianalogikan sebagai pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Hal tersebut sama persis ketika host computer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address.

  1. II. DOMAIN SYSTEM NAME (DNS)

Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:

  1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP

Address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).

2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.

3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet

maupun di Intranet.

Sistem database yang digunakan DNS adalah sistem hirarki. Sistem ini dipilih karena sistem ini cocok digunakan untuk sistem terdistribusi, konsisten untuk setiap host, dan updateable. Sistem ini digambarkan sebagai sebuah tree yang memiliki beberapa cabang. Cabang-cabang ini mewakili domain, dan dapat berupa host, subdomain, ataupun top level domain, yang digambarkan sebagai berikut:

Domain teratas adalah root. Domain ini diwakili oleh titik. Selanjutnya, domain yang terletak tepat dibawah root disebut top level domain. Beberapa contoh top level domain ini antara lain com, edu, dan lain-lain. Turunan dari top level domain disebut subdomain. Domain yang terletak setelah top level domain adalah second level domain, dan domain yang berada di bawah second level domain disebut third levelndomain, begitu seterusnya. Pembentukan dan pembacaannya dimulai dari node yang paling bawah berurut dari node yang paling bawah hingga node yang paling atas (root). Sebagai contoh untuk nama host alfianmahdi.web.ugm.ac.id. kita dapat menguraikan domainnya menjadi :

. merupakan root domain,

id merupakan top level domain,

ac merupakan second level domain,

ugm merupakan third level domain,

web merupakan fourth level domain,

alfianmahdi merupakan fifth level domain yang menunjukkan nama host.

Dari contoh di atas kita dapat mengetahui aturan penulisan nama host, yaitu dimulai dari kiri ke kanan untuk node yang paling bawah hingga node yang paling atas, dan setiap domain dipisahkan dengan titik. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa selain berfungsi untuk mapping alamat IP ke nama host, DNS juga berfungsi sebaliknya, yaitu reverse mapping dari nama host ke alamat IP.

Sistem hirarki DNS dari hal diatas tentunya tidak mungkin di atur oleh satu server saja. Sistem hirarki DNS ini dipecah-pecah menjadi zona-zona. Sebuah zona meliputi seluruh host yang terdapat di dalam sebuah domain dan dapat berupa level domain yang mana saja. Di dalam sebuah jaringan, setiap zona harus memiliki name server sendiri. Name server inilah yang akan melayani penerjemahan dari IP ke nama host atau sebaliknya di zona yang bersangkutan. Jika pada suatu domain ingin dibentuk zona baru, maka kita dapat membuat sebuah primary name server yang akan mengarahkan setiap request mapping ke name server yang authoritative. Penggunaan lebih dari satu name server ini bertujuan untuk membagi beban kerja name server dan sebagai sistem backup name server. Perbedaan antara primary name server dengan secondary name server terletak dari bagaimana name server itu memperoleh datanya. Primary name server memperoleh data dari data yang tersimpan di harddisknya, sedangkan secondary name server memperoleh data dari data replika yang ia peroleh dari primary server name. Dengan demikian, untuk setiap perubahan data dalam DNS, kita cukup mengubah data pada primary name server-nya saja

III. STRUKTUR KERJA DNS


1. Resolvers mengirimkan queries ke name server

2. Name server mencek ke local database, atau menghubungi name server lainnya, jika

ditemukan akan diberitahukan ke resolvers jika tidak akan mengirimkan failure message

3. Resolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan IP address yang diberikan

name server

Misalkan saja kita browsing di warnet, dan akan menghubungi www.dragonica.com. Rangkaian proses yang akan dijalankannya adalah sebagai berikut:

  1. PC kita mengontak Server DNS lokal (biasanya terletak pada jaringan ISP) untuk menanyakan IP Address www.dragonica.com.
  2. Server DNS lokal akan melihat ke dalam cache-nya.
  3. Jika data itu terdapat di dalam cache server DNS server lokal, maka server tersebut akan memberikan alamat IP tersebut ke Browser. Jika tidak, maka server tersebut mengontak server DNS di atasnya (biasanya disebut Root DNS server) untuk mengetahui alamat IP dari DNS server yang mengelola domain www.dragonica.com.
  4. Jika domain www.dragonica.com benar-benar exist, maka Root DNS akan mendapatkan alamat IP server DNS www.dragonica.com,kemudian alamat dikirim ke server DNS lokal kita .
  5. Server DNS lokal akan mengontak Server DNS www.google.com untuk menanyakan alamat IP dari www.dragonica.com , dan Server DNS www.dragonica.com memberikan data alamat IP www.dragonica.com
  6. Server DNS lokal memberitahu alamat IP untuk www.dragonica.com kepada Browser/Client (PC kita).
  7. Kemudian kita menggunakan alamat itu untuk diisikan ke dalam IP Packet untuk menghubungi www.dragonica.com

IV. KESIMPULAN

DNS adalah hasil pengembangan dari metode pencarian host name terhadap IP address di Internet. Pada DNS client (resolver) mengirimkan queries ke Name Server (DNS). Name Server akan menerima permintaan dan memetakan nama komputer ke IP address. Domain Name Space adalah pengelompokan secara hirarki yang terbagi atas root-level domains, top-level domains, second-level domains, dan host names

  1. V. DAFTAR PUSTAKA

1.  Pandu Arizona, DNS Prinsip Kerja Beserta Contohnya,

http://te.ugm.ac.id/~risanuri/v01/wp-   content/uploads/2009/06/DNS%20Prinsip%20Kerja%20Beserta%20Contohnya.pdf

dipublikasikan pada Juni 2009, diakses tangga; 17 Mei 2010

2.  Christian Chacin & Asad Samar, Secure Distributed DNS,

http://www.zurich.ibm.com/~cca/papers/dnsrepl.pdf diakses tanggal 17 Mei 2010

Analogi ‘Otak Kiri’ Sebuah Deadlock

April 26, 2010 - 1:05 pm 3 Comments

Deadlock adalah suatu kondisi dimana dua proses atau lebih saling menunggu proses yang lain untuk melepaskan resource yang sedang dipakai. Karena beberapa proses itu saling menunggu, maka tidak terjadi kemajuan dalam kerja proses-proses tersebut. Deadlock adalah masalah yang biasa terjadi ketika banyak proses yang membagi sebuah resource yang hanya boleh dirubah oleh satu proses saja dalam satu waktu. Di kehidupan nyata, deadlock dapat digambarkan dalam gambar berikut. Pada Gambar di bawah, deadlocl dianalogikan sebagai bangau dan katak yang akan dimakan. Dalam kasus dibawah, Bangau tidak bisa menelan karena katak mencekik leher bangau, sedangkan bangau tidak bisa melepas katak karena lehernya tercekik oleh si katak(resource), begitu juga dengan si katak akan terus mencekik leher bagau sampai dia melepaskan katak tersebut. Akhirnya tidak terjadi perubahan dalam keadaan kedua makhluk hidup tersebut Empat kondisi yang dapat mengakibatkan terjadinya deadlock (Coffman,1971), yaitu: 1. Mutual Eksklusif Hanya ada satu proses yang boleh memakai sumber daya, dan proses lain yang ingin memakai sumber daya tersebut harus menunggu hingga sumber daya tadi dilepaskan atau tidak ada proses yang memakai sumber daya tersebut. 2. Memegang dan menunggu Proses yang sedang memakai sumber daya boleh meminta sumber daya lagi maksudnya menunggu hingga benar-benar sumber daya yang diminta tidak dipakai oleh proses lain, hal ini dapat menyebabkan kelaparan sumber daya sebab dapat saja sebuah proses tidak mendapat sumber daya dalam waktu yang lama 3. Tidak ada Preemption Sumber daya yang ada pada sebuah proses tidak boleh diambil begitu saja oleh proses lainnya. Untuk mendapatkan sumber daya tersebut, maka harus dilepaskan terlebih dahulu oleh proses yang memegangnya, selain itu seluruh proses menunggu dan mempersilahkan hanya proses yang memiliki sumber daya yang boleh berjalan 4. Lingkaran Tunggu/Circular Wait Kondisi seperti rantai, yaitu sebuah proses membutuhkan sumber daya yang dipegang proses berikutnya Untuk memastikan sistem tidak memasuki deadlock, sistem dapat menggunakan pencegahan deadlock atau penghindaran deadlock. Penghindaran deadlock membutuhkan informasi tentang sumber daya yang mana yang akan suatu proses meminta dan berapa lama akan digunakan. Dengan informasi tersebut dapat diputuskan apakah suatu proses harus menunggu atau tidak. Hal ini disebabkan oleh keberadaan sumber daya, apakah ia sedang digunakan oleh proses lain atau tidak. Jika sebuah sistem tidak memastikan deadlock akan terjadi, dan juga tidak didukung dengan pendeteksian deadlock serta pencegahannya, maka kita akan sampai pada kondisi deadlock yang dapat berpengaruh terhadap performance system karena sumber daya tidak dapat digunakan oleh proses sehingga proses-proses yang lain juga terganggu. Akhirnya sistem akan berhenti dan harus direstart. REFERENSI MSDN, Detecting and Ending Deadlock http://msdn.microsoft.com/en-us/library/ms178104.aspx, Diakses 26 April 2010 Ashish, Deadlock Concept with Beautiful example http://ashishwave.wordpress.com/2007/01/17/deadlock-concept-with-beautiful-example/

3D OPTICAL DATA STORAGE

March 30, 2010 - 5:05 pm 138 Comments

Alfian Nur Mahdi – 07/253244/PA/11582
Elektronika dan Instrumentasi Fakultas MIPA
Universitas Gajah Mada
Email : mywastepaperbasket@gmail.com

ABSTRACT
3D optical data storage is the term given to any form of optical data storage where information can be recorded and / or read the three-dimensional media. This innovation has the potential to provide the level of terabytes of storage to the size of a DVD or other optical disk. although still limited to discourse and experimentation, but this technology will be a major breakthrough in the mass storage system
1. PENDAHULUAN
Sistem penyimpanan optical drive terdiri dari suatu perangkat dan media rekaman dalam bentuk disk yang berputar. Dengan focus sinar laser yang memancar dari kepala optik, suatu informasi dapat direkam pada media disk. Modulasi fase, intensitas atau pantulan dari sebuah pembacaan berkas optik kemudian dideteksi oleh diode untuk mengambil informasi
3D optical data storage adalah istilah yang diberikan untuk setiap bentuk optik penyimpanan data di mana informasi dapat direkam dan / atau membaca dengan media tiga dimensi. Inovasi ini memiliki potensi untuk memberikan tingkat penyimpanan sampai ukuran terabyte pada DVD atau optical lain ukuran disk. Perekaman dan pembacaan data dapat dilakukan dengan memfokuskan laser dalam suatu media penyimpanan. Perekaman data dalam media penyimpanan optik 3D mensyaratkan bahwa perubahan terjadi dalam medium pada eksitasi. Perubahan ini umumnya merupakan reaksi fotokimia dari beberapa macam senyawa. Reaksi kimia yang telah diteliti meliputi photoisomerizations, photodecompositions dan photobleaching, dan polimerisasi. Sebagian besar telah diselidiki photochromic senyawa, yang meliputi azobenzenes, spiropyrans, stilbenes, fulgides dan diarylethenes [1]
2. LATAR BELAKANG MASALAH
3D optical data storage walaupun masih sebatas wacana dan eksperimen tapi teknologi ini akan menjadi terobosan besar dalam mass storage system.
a. Bagaimana cara kerja dan system dari 3D optical data storage?
b. Adakah penelitian-penelitian lebih lanjut guna mencapai teknologi ini?

3. PEMBAHASAN
Perekaman data dalam media penyimpanan optik 3D mensyaratkan bahwa perubahan terjadi dalam medium pada eksitasi. Perubahan ini umumnya merupakan reaksi fotokimia dari beberapa macam senyawa. Reaksi kimia yang telah diteliti meliputi photoisomerizations, photodecompositions dan photobleaching, dan polimerisasi. Sebagian besar telah diselidiki photochromic senyawa, yang meliputi azobenzenes, spiropyrans, stilbenes, fulgides dan diarylethenes
Pembacaan data dari memori optik 3D dapat dilakukan dalam berbagai cara. Sementara ini beberapa mengandalkan pada non-linear dari interaksi cahaya-materi untuk mendapatkan resolusi 3D, yang lain menggunakan metode yang menyaring spasial media respons linier. Metode membaca meliputi :
- Dua foton penyerapan (yang mengakibatkan baik penyerapan atau fluoresensi)[1]
- Linear eksitasi fluoresensi dengan confocal deteksi. Menawarkan eksitasi laser dengan kekuatan yang jauh lebih rendah daripada dua-foton absorbansi, tetapi memiliki beberapa potensi masalah karena cahaya pengalamatan berinteraksi dengan banyak titik data lain di samping salah satu sisinya.[1]
- Pengukuran perbedaan kecil dalam indeks bias antara dua state data. Tidak ada penyerapan cahaya yang diperlukan, sehingga tidak ada risiko merusak data ketika proses membaca, tetapi yang diperlukan indeks bias ketidakcocokan dalam disc mungkin membatasi ketebalan (yaitu jumlah lapisan data) bahwa media dapat mencapai akibat akumulasi kesalahan secara acak yang menghancurkan kualitas focus.[1]
- Second harmonic generation. Sebagai metode untuk membaca data yang ditulis ke dalam sebuah matriks polimer poled.
- Tomografi koherensi optik juga telah dibuktikan sebagai metode membaca parallel

Media untuk penyimpanan data optik 3D:
- Disc. Dapat menulis dan membaca data dengan metoda yang sudah umum digunakan
- Kartu. Idenya seperti bentuk kartu kredit yang portable dan mudah dibawa kemana-mana, tetapi dengan kapasitas lebih rendah dari disk
- Kristal, Cube atau Sphere. Ide yang muncul dari beberapa karangan fiksi ilmiah di mana sebuah benda kecil dapat berfungsi seperti flashdisk dengan kapasitas Terabyte
Pengembangan sumber cahaya laser dengan panjang gelombang sangat pendek dan optik dengan numerik aperture (NA) lebih besar sedang diupayakan untuk
mendapatkan ukuran bit yang lebih kecil tetapi kapasitas perekaman yang lebih tinggi.
Namun, hal ini menjadi sangat sulit karena energy laser dengan panjang gelombang di bawah 200nm akan mudah terserap di udara selain itu ada juga kendala teknis dan biaya yang tinggi untuk optic yang memilika nilai NA yang besar. Dengan menyimpan informasi bit pada struktur multi layer dan optic tiga dimensi (3D) adalah salah satu teknik yang berpotensi tinggi menyediakan kapasitas perekaman sangat besar. Oleh karena itu, posisi 3D data perekaman bit dapat dikontrol secara tepat untuk mendapatkan rekaman dengan kapasitas sangat besar
Sementara itu, pengembangan biaya rendah, efisiendan media yang kuat untuk generasi berikutnya penyimpanan data optic telah menjadi tantangan besar dan menarik perhatian para peneliti besar, beberapa jurnal penelitian sebagai cikal bakal system ini adalah:
- femtosecond (fs) laser aplikasi untuk multi-lapisan rekaman optik diselidiki. Pola informasi yang berbeda-beda kedalaman lapisan ditulis dalam substrat kaca yang transparan karena pembentukan mikro-void oleh fs laser ablasi, yang menyebabkan re-distribusi bahan kaca dan indeks bias modifikasi.
Bit informasi yang direkam dalam satu lapisan dapat diambil dengan jelas tanpa gangguan dari lapisan lain. Sebuah fs iradiasi laser polimer yang transparan matriks (diolah dengan bahan fluorescent untuk digunakan sebagai media rekaman berbiaya rendah) juga dipelajari. Sebuah laser induced fs foto-reaksi kimia perubahan sifat-sifat kimia dari bahan neon dan mencatat informasi dalam thematrix. Dengan laser sebagai sumber cahaya baru, 3D perekaman optik dapat tersedia dengan kapasitas tinggi untuk penyimpanan data hingga 1 TB per disc[2]

Gambar1. Optik gambar dari pola informasi neon dicatat
dalam PMMA / Rhodamine B/Au3 + film dengan penyinaran laser fs
- Tiga dimensi, anisotropic permanen modifikasi dalam bola kaca yang berisi nanopartikel Ag ditunjukkan menggunakan iradiasi laser fs yang berwarna-warni. Metode ini dapat menghasilkan deformasi dichroism oleh nanopartikel ke bentuk persegi panjang yang berorientasi sejajar dengan polarisasi laser. Menggunakan sampel dengan gradien vertikal dari faktor mengisi nanopartikel Ag di substrat kaca dan sebuah sesuai dengan perluasan inhomogeneous plasmon permukaan band, modifikasi dalam berbagai kedalaman dapat dibuat dengan menggunakan panjang gelombang eksitasi yang berbeda. Modifikasi induksi dapat dibalik: pemanasan untuk ≈ 600 ° C mengembalikan bola bentuk nanopartikel Ag. Teknik ini dapat digunakan dalam manufaktur yang berbeda, 3D, polarisasi dan panjang gelombang mikro selektif perangkat seperti polarizers, filter, kisi-kisi, menampilkan dan menulis ulang optik perangkat penyimpanan data 3D[3]

-

Gambar2.Lapisan sepuluh karakterdari “A” untuk “J” direkam olehyang fs iradiasi laser di dalam sebuah gelas substrat dengan jarak lapisan10 μm, ukuran dan ketinggian 2 μm dan 4 μm.

4. KESIMPULAN
Secara teori, teknologi ini sudah bisa diwujudkan tetapi ada beberapa kendala yang akan dihadapi misalnya efisiensi dan biaya produksi. Untuk itu para ahli terus melakukan penelitian guna mengatasi kendala yang ada.

5. DAFTAR PUSTAKA
1. G.W. Burr,”Three-Dimensional Optical Storage” SPIE Conference on Nano-and Micro-Optics for Information Systems (2003)
2. M.H. hong, B. luk’yanchuk, S.M. huang, T.S. ong, l.h. Van, t.c. chong Appl. Phys. A 79, 791–794 (2004)
3. A. Podlipensky , A. Abdolvand , G. Seifert ,H. Graener Appl. Phys. A 80, 1647–1652 (2005)

MEMILIH PC UNTUK DIGITAL HOME RECORDING

March 22, 2010 - 8:34 am 11 Comments

Spesifikasi Hardware Apakah yang dibutuhkan untuk membuat sebuah PC guna Digital Home Recording ?

Untuk mendapat kualitas audio terbaik  sudah pasti soundcard adalah solusi utama untuk mencapai tujuan tersebut. Banyak sekali soundcard di pasaran. Selain sesuai dana, kita harus mempertimbangkan fitur-fitur dari soundcard tersebut. Selain itu, memilih komponen pendukung untuk recording audionya harus sesuai dengan kebutuhan kita. Bagaimana mengoptimalkan soundcard dan komponen pendukung lainnya?

Komponen-komponen pembangun sebuah PC untuk Digital Home Recording adalah sebagai berikut : Read the rest of this entry »

FACEBOOK: KEMAMPUAN SERVER VS INVESTASI UANG

March 16, 2010 - 1:53 am 3 Comments

  • Jumlah dari MySQL server – 1,800
  • Jumlah dari MySQL DBAs – 2
  • Jumlah dari Web server – 10,000
  • Jumlah dari Memcached server – 805

Server Facebook Read the rest of this entry »

Mengetahui Hardware Komputer dengan Linux

March 10, 2010 - 6:59 am 9 Comments

Mengetahui Harware Komputer dengan Linux

1. Pendahuluan
Hardware adalah bagian fisik komputer, hardware dikendalikan oleh software. tiap komputer memiliki hardware yang berbeda-beda sesuai spesifikasinya.
2. Latar Belakang Masalah
Beli komputer ini ketika masih SMA kira-kira tahun 2006. ga jadul2 amat sih..
Komputer ini dibeli ketika pameran komputer di JEC. belinya di stand toko Qu*dra.
waktu itu komputer ini memiliki spesifikasi hardware yang sesuai dengan harapan saya(waktu itu)
tetapi apakah hardware yang terspesifikasi tersebut sesuai dengan kenyataan yang ada??
mari kita cari tahu(setelah 4 tahun kemudian??!!)
dan Bagaimana cara mengetahuinya melalui Terminal program pada linux Read the rest of this entry »

sistem operasi OSEK

March 3, 2010 - 11:42 am 5 Comments

OSPEK adalah Orientasi Studi dan Penganalan Kampus maksudnya OSEK. OSEK adalah O ffene S ysteme und deren Schnittstellen für die E lektronik di K raftfahrzeugen. Bahasa manusianya adalah Open Sistem dan interface untuk elektronika di kendaraan bermotor.

Pada suatu hari di bulan Mei 1993, para sesepuh di negeri Jerman telah mendirikan proyek bersama dalam industri otomatif Jerman yang bertujuan untuk standarisasi industri untuk sebuah arsitektur terbuka guna didistribusikan ke tiap unit kontrol di kendaraan. Mitra awal proyek ini adalah BMW (Bakso Marai Wareg), Bosch, DaimlerChrysler, Opel, Siemens, VW dan IIIT dari Universitas Karlsruhe sebagai koordinator. Kemudian para produsen mobil Perancis PSA dan Renault OSEK bergabung pada tahun 1994, dan muncullah VDX yang memperkenalkan pendekatan (Vehicle Terdistribusi eXecutive) yang merupakan proyek serupa dalam industri otomotif Perancis. Pada workshop pertama di Oktober 1995 OSEK / kelompok VDX mempresentasikan hasil spesifikasi selaras antara OSEK dan VDX. Setelah workshop OSEK internasional ke-2 / VDX  pada bulan Oktober 1997 ke-2 versi spesifikasi diterbitkan. Read the rest of this entry »

testing

March 2, 2010 - 3:20 am 4 Comments

test..test..test

ayo ngegame!!

March 1, 2010 - 3:28 am 6 Comments

Canaan Online is published by Gala Networks Europe, operator and publisher of the free online MMORPG and browser mmo games

gamer Canaan adalah game tipe MMORPG(Massive Multiplayer Online RPG) dengan tampilan flash, kita tidak harus mendownload game tersebut karena ini adaah web-based game.

selain menaikan level player, game ini juga lebih terkonsentrasi pada pet/hewan peliharaan kita. pet tersebut dapat berfungsi sebagai penyerang, bertahan, pendukung(kaya maen bola, hehe..) ketika kita melakukan MvP maupun PvP. review selanjutnya nyusul, tk maen dulu!!


sini!!

klik “play now” di main page website nya.  nanti tinggal tunggu loadingnya.  agak lama klo inetnya lemot..

trus tinggal bikin character deh

skrinsut